Welcome to Malia Nafia Rahayu's blog

Blog is the right place for me to share my mind

Wednesday, July 30, 2014

Another Story On Camera (another life, another story)


This is a story on camera...

You know what, I never imagine that I can be here. Entering a new life with unknown people. Suatu kehidupan yang benar-benar berbeda dari kehidupan gue sebelumnya. ketika memutuskan pilihan untuk terjun dalam dunia ini, ga ada beban sama sekali bahkan sampai proses pamitan gue ke temen" PPM disini pun, semua masih terasa biasa-biasa aja. Tapi air mata ini tak kuasa menetes ketika gue memeluk guru tauladan ini, Mba Lia, sosok yang mengubah hidup dan pribadi gue menjadi jauh lebih baik. Ga mau berlama-lama meneteskan air mata yang mungkin malah bikin gue jadi lemes dan gajadi berangkat, gue langsung masuk ke mobil dan meninggalkan pelukan hangat itu. Sebuah perjuangan besar dimulai dari sini. Aku tinggalkan semua jubah besar keduniaan demi mencari keridhoan Alloh, menggapai jalan taqwa, menjadi pribadi yang lebih baik.

Semua dimulai dari tgl 29 April 2014, the biggest moment I ever had ! Akhirnya Alloh menjawab doaku selama ini, sidang skripsi yang sudah dinanti-nantikan akhirnya datang juga. Hari Selasa, 29 April ini bertepatan pula dengan ulang tahun Bimbi, haha baru inget, si sahabat kecil yang bulan Desember ini mau nikah apa kabarnya yaa haha. Oke, back to sidang. Alhamdulillah sidang berjalan dengan lancar meski ada sedikit batu kerikil yang menghalangi jalan mulus ini. Intinya di hari ini gue bersyukur banget karena Alloh memberikan nikmat yang begitu besar. Hari ini adalah hari puncak kebahagiaan gue sebagai mahasiswa dan sebagai piranhi PPM. Surprise party datang dari temen-temen kampus maupun temen-temen PPM, ga nyangka banget haha.

Keesokan harinya, aku menyelesaikan "silaturahim terakhir" dengan teman-teman kampus tersayang, sebelum akhirnya aku akan benar-benar pergi dari kota kecil ini. Semua orang bertanya-tanya kemana selanjutnya aku akan berkarya? Aku hanya menjawab "untuk sementara... mau bersemedi dulu 2 bulan di luar kota". Semua bertanya-tanya lagi "Mau ngapain Fi? Dimana? bla bla bla...". Dan semuanya hanya ku jawab dengan senyum dan tawa.



Pondok Kediri, Jawa Timur.
Persemedian itu dimulai dari perjalanan panjang 18 jam penuh makna bersama Abah, Umah, dan beberapa pengurus PPM. (PPM=sebuah tempat perkumpulan mahasiswa yang disana juga mereka menggali ilmu agama). Sampai tibalah aku ditempat persemedian ini, teringat bayangan 1 tahun yang lalu aku pernah datang kesini, yaa itulah dia Pondok Kediri. Yaa, ini tempat persemedian di bulan pertama untuk berjuang menjadi bala tentara Alloh dalam menyampaikan agama yang haq ini. Meninggalkan beberapa kebiasaan kurang baik yang tidak boleh dilakukan disini dan mencoba beradaptasi dengan peraturan-peraturan baru. Kutinggalkan kebiasaan higienis, steril, dan "keep health and stay clean" disini. Crowded, 1 kata yang menggambarkan keadaan disini, segalanya serba antri dan harus sabar. Tapi, sebisa mungkin semua yang melekat pada diri ini dan barang-barang yang aku miliki terjaga kebersihan dan kesegarannya.

Tinggal bersama orang-orang yang entah berasal dari mana. dengan logat, watak, dan kebiasaan mereka yang berbeda-beda. aku selalu memberanikan diri untuk memperkenalkan diri duluan, merendah dengan mereka, dan mencoba menyamankan diri bersama mereka. Bisa jadi aku paling tua disini, tapi .... ah tidak, masih ada beberapa orang yang lebih tua dariku disini. Rata-rata umur mereka 18-19 tahun . aku berusaha bisa bergaul dengan mereka, menempatkan diri dan berkomunikasi dengan bahasa mereka sedikit demi sedikit. banyak pelajaran yang aku dapat dari cerita mereka. Semua itu membuat aku sangat bersyukur atas segala sesuatu yang melekat pada diriku. Kesyukuran itu membuat diriku semakin cinta dengan keyakinan yang aku anut sampai saat ini. Satu hal pula yang aku sadari, aku adalah makhluk yang beruntung. Manusia yang mendapatkan banyak nikmat dari Alloh SWT.

Banyak pelajaran yang bisa dipetik disini. Ilmu yang begitu berharga yang tidak ada bandingannya jika dibandingkan dengan ilmu dunia yang dicari selama bertahun-tahun. Kerendahan hati dan kethoatan kita sebagai pengikut terhadap pengatur. Tak melihat siapa kita, seberapa tinggi pendidikan kita, disini semuanya sama.


Kamera ini menangkap gambar kehidupanku sehari-hari disini yang begitu berbeda dari sebelumnya. semua selalu diawali dengan niat karena Alloh "yarjuna rohmatahu wayakhofuna adzaba". Aku selalu mendentumkan doa dalam setiap detik waktuku disini. Menegakkan sholat sunnah sebanyak mungkin baik di waktu pagi, siang, malam, maupun di 1/3 malam. Lantunan ayat suci pun selalu keluar dari lisanku di sela" waktu kosong. Bergerak dengan gesit untuk bisa mendapat kesempatan masuk ke kamar mandi di waktu yang awal dan menjadi orang" awal dalam segala kegiatan. Jam tidur yang begitu singkat menjadi tantangan besar untuk bisa menghilangkan rasa kantuk saat kegiatan, terutama kegiatan malam. Melakukan pekerjaan" remeh namun bernilai pahala besar. Sesuatu yang dulu aku hindari, kini harus aku hadapi dan alhamdulillah semuanya bisa menjadi "biasa" untukku. Perlengkapan mandi yang dilengkapi dengan antiseptik supaya tetap selamat dan sehat. Mandi dan mencuci di jam" abnormal. Semuanya kulalui dengan senang, penuh keikhlasan, penuh cinta. Tak pernah kulalui 1 detikpun waktuku disini dengan tanpa belajar, terutama belajar tentang pahitnya kehidupan yang aku yakin akan menjadikanku kuat di masa depan. Saat ini adalah masanya gemblengan.

Kamera ini menangkap gambar orang" disekitarku, hal" asing yang tak pernah kujumpai, semuanya bisa aku saksikan disini. Uuh betapa tidak kuat aku melihatnya, namun inilah perjuangan. Ini semua adalah batu" yang harus kulompati untuk bisa menggapai rumah istana di ujung sana. Well, mungkin banyak yang bilang "hello Fiaaa, lo kan sarjana, please deh, lo mau banget ngelakuin ini semua?". Sekali lagi jika aku menjawabnya dengan logika mungkin bisa" aku terbawa dengan ajakan mereka dan sampai saat ini aku tidak ada disini. Tapi, syukur alhamdulillah dengan penuh ikhtiar dan keyakinan kuat dalam hati, aku berhasil LULUS melewati tahap ini. Dan di hari itu pula aku akan melanjutkan perjuangan di tempat selanjutnya.

Pondok Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur.
Begitu sunyi, itulah kesan pertama sesampainya disini. Pemandangan yang amat berbeda dengan yang kulihat di Kediri. Agak parno sesampainya disini. Kita nggak tau harus masuk kemana sampai akhirnya ada mba" yang ngarahin kita. Perjuangan yang sesungguhnya baru akan dimulai.......

Di pondok ini, peraturan lebih ketat. Peraturan dari awal bangun tidur sampai mau tidur semuanya sudah tersusun dengan lengkap. Slogan di tempat ini "Anda Thoat, Anda Berhasil". Disini tempatnya pengujian mental, akhlak, dan kethoatan. Banyak yang takut menghadapi tantangan di pondok ini. Namun, dengan penuh keyakinan, aku yakin bahwa aku mampu melaluinya.


Adaptasi awal pun dimulai, aku harus berkenalan kembali dengan tes KTS yang berbeda dengan teman" tes KDR. Teman" yang lebih berwarna karena selain berasal dari berbagai macam daerah (mulai dari Sabang sampai Merauke, ada disini), mereka juga berasal dari jalur yag berbeda (jalur manajemen - non manajemen, ada yang mengulang pula). Menyatu dengan mereka, itulah tugas yang harus aku selesaikan saat itu. Alhamdulillah mereka dapat menerimaku dengan baik, bahkan mereka merasa senang apabila mengobrol dan dekat denganku :).

Pondok Kertosono menjadi tempat perjuangan terakhir untukku, bebannya terasa begitu berat. Tapi semuanya kujalani dengan ikhlas. Banyaknya amal sholih di waktu pagi dan sore membuat tubuh ini terbiasa untuk melakukan hal" berat. Begitu senangnya aku, ketika keberadaanku bisa memberikan banyak arti bagi mereka. Bisa saling berbagi dengan mereka pun menjadi suatu kepuasan batin untukku. Kami saling mengenal budaya masing" dan sesekali aku keikutan "medhok" ketika berbicara dengan mereka yang mayoritas adalah orang Jawa hahaha. Disinipun aku belajar bahwa tidak segalanya harus dihargai dengan materi. Orang" disini tidak mementingkan gengsi mereka, bahkan mereka benar" menerapkan pola hidup sederhana. Banyak bershodaqoh dengan harta yang pas"an. Daaaan.... kehidupan mereka pun cukup" saja, shodaqoh tidak menjadikan mereka melarat, bahkan malah menambah rezeki mereka.

"Jangan pernah melewatkan 1 detik pun untuk tidak belajar" . Itulah quotes yang pertama kali aku dengar dari Nisaus, teman seperjuangan, baru lulus SMA, insan perpaduan dari suku madura dan betawi, suka banget sama dunia psikologi, bahkan saat masih SMA doi punya perkumpulan konseling gitu :). Awalnya gue ga ngeh sama quotes ni anak, lama-kelamaan akhirnya aku setuju juga sama quotes tersebut. Setiap detik yang kujalani disini adalah sebuah proses pembelajaran. Belajar menghadapi hidup yang sesungguhnya, belajar mandiri, belajar untuk tho'at. Semuanya yang disini pun juga sama-sama belajar. So, kenapa harus takut?

Kamera ini menyoroti kebarokahan aku disini, pipi membesar uupppssss dan hati ceria. Gimana enggak, tiba" nafsu makan jadi meningkat dan mindsetku "ga mau sakit disini apapun alasannya, harus sehat" akhirnya gue jadi makan banyak. Tentang ceria, disekeliling aku ini anak" lulusan SMA dari Pondok Gadingmangu, mereka kompak, dan yang harus digarisbawahi, mereka selalu ngebahas tentang jodoh, calon, dan nikah. Setiap hari tema" itulah yang jadi bahan pembicaraan mereka. That's why tiba" ada pikiran" melayang di benak ini tentang siapa yang jadi pasangan gue, gimana proses datangnya, dan bagaimana hari terindah itu datang. How good ! haha ini semua karena mereka, tapi gapapa deh, disela" padatnya kegiatan, mereka jadi obat gue untuk tersenyum dan ceria kembali. 

Bunda pernah titip pesan sembari beliau memberi izin padaku untu berangkat ke Kediri "Berdoalah kamu disana. Banyak" berdoa, minta jodoh, pekerjaan, dan kehidupan selanjutnya yang terbaik dan terbarokah". That's why, disini gue anggap sebagai Mekkah kedua. Disini khusyuk sekali untuk beribadah, waktu 24 jam rasanya berjalan begitu efektif untuk menggali pahala. Disini aku banyak berdoa apalagi doanya orang yang sedang mencari ilmu, mustajab banget. Langit dan bum bahkan ikan" kecil di lautan turut mendoakan doanya orang yang sedang mencari ilmu, terutama ilmu akhirot. Semoga apa-apa yang aku panjatkan disini dapat terkabul semua.



Bersyukur
Caption kali ini gue tulis secara khusus karena kamera ini menyoroti mata yang sedang berkaca". Baru saja menyadari kenikmatan yang begitu besar ada pada diriku. Bukan hanya 1 orang, 2 orang, atau bahkan 3 orang, tapiiii banyak orang yang kagum padaku. Awalnya aku merasa biasa saja, toh apa yang aku jalani sampai saat ini tidak ada istimewanya, memang sewajarnya seperti itu. Tapi di ba'da maghrib ini, Selasa, 24 Juni 2014 ini aku tersadar. Benar memang bahwa kenikmatan untuk bisa mencicipi sukses dunia bagiku adalah hal biasa, bahkan aku tak sadar bahwa itu adalah suatu nikmat. Tapi bagi orang" disisni yang notabennya tingkat keduniaannya jauh dariku, mereka merasa banget kalau mereka belum diberi yang namanya nikmat keduniaan itu. Mereka nggak bisa mencicipi dunia kampus, nikmat kesempatan untuk menimba ilmu dari orang-orang cerdas, nikmat untuk membuka cakrawala kehidupan, nikmat untu mengembangkan kualitas diri, nikmat untuk memiliki kesempatan mendapat pekerjaan yang bonafid, dan nikmat" positif lainnya yang tidak bisa dihitung. Aku baru tersadar bahwa itu semua adalah keparingan dari Alloh.

Ba'da maghrib ini menjadi saksi menetesnya air mata dari kedua mata jeli" ini. Menangisi segala kenikmatan yang mungkin sempat terlupakan, menyadari bahwa itu adalah nikmat dari Dzat yang Maha Kuasa. Bersyukur aku bisa berada disini, tidak salah dan sungguh" tepat keberadaanku disini. Inilah salah satu implementasi, bentuk tanda syukurku pada Alloh. Dunia telah kuraih, kini tinggal akhirot yang aku gapai. Bersyukur aku bisa bertemu saudara/i dunia-akhirot disini, saling berbagi ilmu dan cerita kehidupan yang bisa dijadikan bekal untuk masa depan. Bersyukur juga atas ridho Bunda yang telah mengizinkan aku untuk bisa berada disini.

Bunda
Pejuang hidayah untuk kami, ya dialah, Bunda... Tak terasa sudah hampir 22 tahun aku merasakan nikmat hidayah yang tiada bandingannya ini. Bunda lah yang memerantarai hidayah ini sampai pada kami, nenek kami, dan bude kami. Bunda juga selalu men-support segala keinginan, impian, dan cita"ku. Bunda tak mau membatasi prestasiku yang sudah melampaui mancanegara hanya karena finansial. Segalanya diusahakan olehnya. Alhamdulillahi jazaa killahu khoiro dan terima kasih banyak atas segala kasih sayang yang Bunda berikan padaku. I love you Bunda :).


A Little Letter for PPM
Kamera ini menyoroti kehidupan di belahan bumi bagian lain. Kehidupan tersebut akan dibandingkan dengan kehidupan disini. Meski kita berteduh pada payung yang sama, namun jalannya kehidupan tidaklah sama. Di sudut itu nampak pemuda/i pencari dunia-akhirot sedang berkumpul bersama dalam suatu acara keakraban, penuh canda tawa dengan ekspresi mereka. Hidup mereka berorientasi pada dua hal, dunia dan akhirot. Entah mana yang lebih mereka beratkan, setidaknya, keduanya bisa seimbang. Sesibuk apapun mereka dalam mengejar dunia, aku tak lupa untuk mengingatkan tentang dunia akhirot. "Tak ada hal negatif disini, semuanya baik" saja, aku yakin kalian mampu melewatinya. Wahai teman", kejarlah dunia akhirot kalian, sesungguhnya kita adalah manusia paling beruntung yang di qodar untuk menjadi bala tentara Alloh"



Haniq, a sweeet candy I ever had
Kamis, 3 Juli 2014 ini insya Alloh elo bakal nyusul gue jadi sarjana niq.
Hari ini mengingatkanku pada 2 bulan yg lalu ketikaaku menggunakan blazer hitam yang diisi oleh kemeja putih, dibalut dengan rok coklat necis, dan dilengkapi dengan pashmina satin hitam, tak lupa sepatu fantovel hitam yang agak ramai kalau dipakai jalan dan kaos kaki putih yang siap mempercantik langkahku.
Hans, semoga sidang hari ini berjalan lancar dan sukses. Semoga lisanmu diberi kelancaran, ilham yang baik, dan mendapat hasil yang memuaskan. Oiaa, doain gue yaa, bentar lagi pengumuman kelulusan gue disini. Someday, you have to come here and become a good teacher, a good woman, a good muslimat.

Kamis, 9 Juli 2014
Tapat di pagi ini, pukul 06.30 waktu setempat. amplop pengumumab hasil perjuangan selama 1 bulan yang melelahkan ini dibagikan didepan tempat duduk kami. Tak lama kemudian, pengurus DMC selaku pengururus umum yang mengurusi siswa/i tes calon MT turun dari mejanya. Beliau mengatakan bahwa dari 549 peserta yang mengikuti tes ini yang terdiri dari 260 laki-laki dan 289 perempuan, terdapat 17 laki-laki dan 6 perempuan tidak lulus.


Kemudian kami pun segera membuka amplop tersebut dan syukur alhamdulillah di amplop itu tertulis kata "LULUS". Sujud syukur aku lakukan, saling memeluk teman", berucap doa dan harapan sambil berkaca" mata ini. Hari ini kami menjadi orang yang berbeda. Perjuangan baru dimulai dari hari ini...


 Bersama teman" dari PPM Jember, PPM Samarinda, dan Ponpes Budi Utomo Makassar

Monday, January 13, 2014

Sudut Lain di Mata Dara



Hai, jumpa lah kita dengan Dara, si gadis elok nan anggun. Malam ini terasa begitu ramai, penuh riuh tawa dan canda bersama teman-teman. Melihat pemandangan malam yang begitu indah, ceria, penuh keramaian. 

Malam ini begitu berbeda dari malam-malam sebelumnya....

Malam ini di sudut kota Bandung sekelompok manusia sedang bergembira bersama

Namun tahukah, di sudut lain dari kota ini, menanti seorang pria yang begitu galau. Memandangi malam yang begitu sepi. Merindukan sesosok gadis yang dulu pernah menyinari hari-harinya. Mencari-cari kemana ia pergi saat ini. Mengharapkan ada kabar darinya...

Tahukah, dia yang disudut sana mencarimu Dara...

Malam berikutnya, Dara dikamar, begitu lelah, lelah dengan segala kewajiban yang harus ia capai, menuntaskan segala targetnya yang semakin mendekat deadlinenya. Proses pencapaiannya cukup panjang sampai ia sadari ia telah menghilangkan sosok pria itu dari hidupnya. Tidak ada lagi yang membimbing dan mendukung apa-apa yang dilakukan Dara. Tidak ada lagi penopang hidupnya. Dara mampu bangkit sendiri, namun di malam itu, Dara yakin sosok itu sedang meratapi nasibnya yang sendiri dalam sepi, hanya bergelut dengan kesibukan barunya. Mungkin ia sudah bahagia dengan kehidupannya yang lebih menantang. Mungkin ia sudah tegar. Mungkin ia sudah menjadi lelaki yang lebih mantap meniti masa depannya. Mungkin ia sudah mencoba mencari tambatan hati yang lain. Mungkin ia ......

Semoga kau yang di sudut sana dapat melangkahkan kakimu dengan pasti dengan sosok yang tepat. Semoga kau mendapatkan yang lebih baik, berasal dari batu-batu kehidupan yang sama, dan mampu memahamimu lebih dalam. Kehidupan akan terus bergulir, sukses untukmu selalu.

Malam ini sunyi dan senyap menjadi satu namun hati tak boleh membuntu. Semuanya akan menjadi lembaran baru yang lebih indah, percayalah. Malam ini, ya, hanya malam ini Dara boleh bersendu-sendu mengingat sosok itu.

Batu-batu kehidupan yang berbeda tak mampu menyatukan mereka. penuh lika-liku, tak bisa disatukan, akan hancur apabila dipaksakan. Percayalah sesungguhnya ini adalah jalan terbaik. Maaf atas segala kekhilafan yang pernah dibuat, hanya itu yang dapat Dara katakan di dalam hatinya.

Demi malam yang dingin ini, Dara memohon yang terbaik untuknya, semoga ia dapat menemui teman pasir cintanya di waktu yang tepat, semoga ia selalu bahagia, temani ia dalam setiap langkahnya, Dara harus pergi ....


Saturday, January 11, 2014

2014 Year of You !


Yeeeaaay akhirnya sampai juga kita di tahun 2014, angka cantik, berakhiran 4. Uppps bukan waktunya untuk ngomongin angka 4, tapi lebih ke resolusi. Di tahun baru ini pastinya kita harus membuka lembaran baru dengan semangat baru dan resolusi baru juga. Bangkit dari keterpurukan yang dulu mungkin pernah melanda diri kita dan jalani hari-hari sekarang agar lebih bermakna. Tahun 2014 ini adalah tahunnya kamu, saatnya kamu mengekspresikan dirimu sesukamu. Tinggalkan masa lalu kelam dan sambut masa baru yang lebih indah, hari-hari di 2014 telah menanti dirimu untuk menggoreskan tinta warna warni yang membentuk gradasi indah.

Bukan waktunya lagi untuk menunggu ketidakpastian. Semuanya harus dijalani dengan baik-baik, ikhtiarkan dengan penuh keikhlasan, dan pasrahkan segalanya pada Yang Maha Kuasa, yang terpenting, kita telah melakukan usaha sekuat kemampuan kita. Percaya Alloh akan menjawab segala ketidakpastian itu di waktu yang tepat.


Rencanakan target yang ingin dicapai di tahun ini, jangan pernah ragu untuk memimpikan sesuatu yang mungkin sangat jauh dari kondisi kita saat ini. Who knows semuanya bisa tercapai, temukan rockstars kamu, lihat mereka dalam-dalam, dan tumbuhkan keyakinan bahwa “someday i’ll be like you”.



Januari ............ Desember, it’s not too long, segalanya akan berjalan dengan cepat. Kalo ga di arrange dari sekarang, semuanya akan berlalu begitu saja.



Bersyukur dengan teman-teman yang sampai saat ini masih menemani kita dalam melangkah di saat-saat yang penuh dengan ketidakpastian. Bersyukur masih ada mereka yang mmapu menjadi sandaran dikala kita lelah, dikala kita hampir putus asa, dan tak tegar melihat ke depan.



Bersyukur juga pada keluarga yang selalu mendukung, meski mungkin dibalik itu semua tersimpan penuh kecemasan didalam hati mereka menanti kabar baik tentang perkembangan kita. Semua dapat dilalui jika keyakinan dalam hati selalu ada.



Semoga semua target kita di 2014 ini bisa tercapai. Menjelma menjadi dirimu yang berbeda dari sebelumnya. Menjadi seorang pujaan yang penuh dengan kebanggan, pencapaian prestasi, aktualisasi diri yang dapat menembus batas. Menikmati hari-hari dengan penuh kesyukuran :)



Oke 2014 hari baru, semangat baru, resolusi baru !

Wednesday, December 25, 2013

Blur: Ketidakpastian Versi MTA



Halooo kali ini mari kita bahas tentang blurnya semester akhir. Whoop, kenapa gue sebut blur? Yup, blur banget, rasanya semester akhir itu penuh dengan ketidakpastian. Bukan cinta aja yang bisa bikin galau ternyata, tapi semester akhir juga, itulah hebatnya kuliah hahaha lengkap deeh. Ketika diawal masuk kuliah saat masih unyu-unyunya jadi maba kita udah menyetting target kita sampai waktu kelulusan kita itu kapan. Awal-awal semangat banget, dapet IPK bagus, selalu naik IPnya disetiap semester, kuliah ga pernah bolos, sampe bela-belain ikut semester pendek supaya SKSnya cepet abis dan luluspun bisa lebih cepat. Naaah sekarang faktanya, ketika mendekati hari H, kok malah jadi loyo yaaah. Banyak faktor sih yang bikin semangat ini bisa patah. Salah satu faktornya yang beranak pinak itu adalah “ketidakpastian”.

Nah lho kenapa ketidakpastian? Nih beberapa tentang ketidakpastian dari TA dan cara mengatasinya yang bisa gue share.

   1.  Belom dapet judul, waktu udah mendesak. Belom dapet judul bisa jadi karena situasi judul yang kita mau dengan kondisi lokasi penelitian kita ga pasti, maksudnya ketika kita dating ke lapangan belom tentu tema yang mau kita jadiin judul itu ada permasalahannya disana. Sebuah judul itu lahir kan dari sebuah masalah, ya gak? Akhirnya karena ketidakpastian ini kita harus merelakan salah satu, mau ganti judulnya yang disesuaikan sama permasalahan di lokasi atau ganti lokasi. Yang udah-udah sih bakal ganti judul, yaaa secara ngurus perizinannya aja udah ribet terus harus ganti lokasi pula, thanks deh. Yang paling menyedihkan ketika lo udah bikin draft bab 1, 2, 3 dan ternyata ketika lo kelapangan lo ga bisa dapetin datanya, pengen nangis rasanyaaaaaaaa. Ganti lagi ke judul yang baru huuuft. Dan lo tau ketika lo ganti judul otomatis lo ulang segalanya dari awal, lo cari buku lagi, cari referensi lagi, gilaaaaak !
 Tips: datangi dulu lokasi penelitian, amati permasalahan yg ada disana, baru deh bikin judul.

2. Lokasi penelitian udah fix, udah dapet judul sesuai permasalahan di lokasi. Jangan kira masalah selesai sampai disini. Dosen pembimbing, nah ini dia yang bikin segalanya yang udah fix tiba-tiba jadi ga pasti. Dospem yang perfeksionis dan teliti banget kadang bisa jadi penghalang kadang juga bisa bantu kita supaya TA kita bisa aman. Nah terkadang, buat tipikal dospem yang kayak gini, ketika semuanya udah fix terus tiba” beliau bilang “yaaah kalo judul ini mah udah banyak di perpus” yaaaah gileee kali udah susah setengah mati urus ini itu tiba” dengan mudahnya ngomong gitu hahahha. Yasudaaah mau apalagi, dari pada nanti di bimbingnya setengah” lebih baik ikuti saja.
Tips: bikin antara lo sama dospem lo klop, jadi jangan sampe salah langkah. Konsultasi sejelas-jelasnya, minta saran.

  3. Punya target maju ke meja hijau jurusan bulan sekian, tapi gaenak mau minta bimbingan sama dospem karena liburan. Naaah step selanjutnya ketika semua kesulitan diawal sudah dilalui, draft UP sudah selesai dibuat sampe harus begadang, berjuang ngeprint dengan printer yang suka ngadet tiba-tiba; kita punya target tanggal kapan akan maju UP, tapiiii ada ketidakpastian lagi, dospemnya antara mau/ga mau diajak bimbingan, kepotong waktu libur. Mau bimbingan jadi galau deeh. Beuuuuh sabar bin sabar yaaa, kalo udah kayak gini kepoin dospem adalah cara terampuh yang bisa dilakuin.
Tips: daripada lama-lama galau, mending coba Tanya orang terdekat dospem kita biasanya kalo lagi liburan gini beliau mau menerima bimbingan/ ga. Kalo belom dapet jawaban juga, yaa mau ga mau harus sms beliau langsung. Takut, cemas? Takut dikira ga sopan, hajaaaar ajah tapi tetep sopan yaah bahasa smsnya.

   4. Ketika kita ditanya target dan rencana kedepannya, mau lanjut S2 atau kerja.salah satu yang menjadi kegalauan juga di dalam diri kita ketika kita sudah mendapat gelar, jadilah kita seorang pengangguran. Maka dari itu harus cepet-cepet pasang rencana dari sekarang, tapi untuk masang rencananya aja masih galau, kenapa? Bingung mau lanjut S2 atau kerja. Disatu sisi kalo kita langsung kerja maka kita akan dapat penghasilan, bisa punya kebebasan finansial, bebas mengaktualisasikan diri kita, dan exactly kita bisa balas jasa ke orang tua yang udah nyekolahin kita bertahun-tahun. Tapi disisi lain ketika kita memilih S2, diwaktu yang bersamaan kita belum bisa memberi tapi masih diberi, sedih sih emang, tapi kesedihan itu akan dibayar dengan harapan kalo udah lulus nanti bakal dapet pekerjaan yang super duper valuable sehingga kita akan bisa langsung sukses. Yaaa at least gaji kita lebih gede daripada gaji fresh graduate, ya gak?. Nah pertanyaannya which one better? Which one should we take? Dua-duanya sama-sama bagus kok, ga ada yang salah, ga ada yang buruk. Toh pada kenyataannya kesuksesan kita dalam karir nanti itu ga ditentukan oleh pendidikan kita, tapi bagaimana kita bisa bergaul dan beradaptasi dengan lingkungan, it’s not about IQ but EQ. Pendidikan hanya menjadi pondasi kita untuk mencapai posisi tersebut. Lalu yang menjadi penyangga supaya kita bisa settle adalah softskill kita.
Tips: Ikuti hati nurani, pertimbangkan baik-baik tentang untung ruginya dari kedua pilihan tersebut, sholat istikhoroh kalo perlu

Baru segini aja deh pengalaman ketidakpastian tentang mahasiswa semester akhir. Udah temen pada ngilang karena pada sibuk sama skripsinya masing-masing, mau balik males karena ditanyain keluarga kapan bisa diwisuda (beuuuuuh, UP aja belom, udah ngomong wisuda nih), mau liburan ga tenang jugaaa. Dan akhirnya motivasi yang ada hanyalah motivasi yang berasal dari dalam diri kita. Jangan takut gara-gara ga punya “cheerleader” yang bisa nyemangatin kita 24 jam, yang bisa nemenin kita saat cari buku, atau cari data ke lokasi penelitian, yang bisa nemenin kita saat mau bimbingan ke rumah dosen.

Kita tetep bisa kuat kok meskipun ga punya si doi karenaaaa sesungguhnya dan sebenarnya, motivasi terbesar itu adalah motivasi intrinsik yang berasal dari dalam diri sendiri. Believe, you can do it by yourself!. Owyaa yang terpenting dan paling utama minta doa restu orang tua terutama ibu, meskipun kita belum bisa mencapai keinginan beliau tapi percaya deh beliau selalu mensupport kita, baik dalam financial maupun non financial seperti doanya yang mustajab. Sisanya kita berdoa sepol kemampuan kita. Kalo yang doa Cuma ortu aja, yaaa lama lah dikabulinnya, wong yang butuh kita, jadi kita harus rajin ibadah juga. Serahin semuanya ke Allah, dan jangan ragu lagi sama mimpi-mimpi besar kita because Allah always beside you. And the last but not least, usaha juga harus pol yaa :).  

Keep fighting to pursue your target
Positive – Pray – Persistent

Thursday, November 14, 2013

Wanita, Makhluk Tuhan Paling Kuat

Pagi berkabut ini sungguh menusuk kulit begitu dalamnya, dinginnya pagi ini sungguh menyejukkan qolbu. Semua mulai sibuk memulai aktivitasnya. Hujan semalam, cuaca dingin, dan jalanan yang becek tak menjadi halangan. Pagi ini Granita akan bercerita tentang kehidupan dan sesosok makhluk Tuhan paling kuat. Granita, seorang teman penulis, yang memiliki banyak impian, selalu terinspirasi untuk terus maju, dan selalu berdoa pada Tuhannya.

 

Sungguh banyak wanita di dunia ini, jangankan dunia, dari 1 kelas saja bisa dipastikan jumlah wanitanya akan lebih banyak dari pada jumlah pria. Namun tak semua wanita sesuci wajahnya, perbedaan kepribadian, watak, dan juga cara berpikir seorang wanita membuatnya menjadi berbeda dengan wanita lain. Inilah hal yang sering menjadi pertimbangan besar seorang pria dalam memilih seorang wanita untuk menjadi teman hidupnya. Satu kata, inner beauty.




Wanita sholihah, satu figur yang menggambarkan inner beauty di dalamnya. Ia selalu menyejukkan hati orang-orang disekitarnya dengan perilaku dan akhlak baiknya. Tak perlu mengumbar make-up yang berlebih, menggunakan minyak wangi yang semerbak yang sama saja apabila menggunakannya seperti berbuat zina, dan tak perlu mengumbar suara lantang nan menggigit di depan khalayak umum. Semuanya biarlah berjalan secara natural. Ia percaya pada doa. Allah selalu bersama orang-orang yang sabar, sabar menanti doanya terkabul, sabar melaksanakan ibadah, sabar menjalani kehidupan yang mungkin berat baginya. Wanita sholihah mampu menghadapi kehidupan yang berat ini.



Malam itu Granita yang sudah lama tidak berkomunikasi dengan ibundanya merasa sangat begitu rindu dan ingin menceritakan kehidupannya dikota kecil ia berada. Granita senang sekali akan kabar yang baru saja ia terima bahwasanya ia dan temannya, Janet, akan melakukan magang/ job training di salah satu perusahaan besar di ibu kota ia berada. Perusahaan yang insya Allah akan baik untuknya saat ini maupun untuk masa depannya. Granita dan Janet  begitu dekat ketika mereka memilih konsentrasi yang sama dan berkomitmen untuk menyelesaikan tugas akhir bersama. Granita dan Janet saling menyemangati.



Di dalam pembicaraannya di telepon itu, Granita mengetahui bagaimana kondisi kesehatan ibundanya yang saat ini cukup mengkhawatirkan, ia juga memberi tahu mengenai kabar baik tentang proses magang dan penelitian yang akan ia jalani, memohon doa restu yang terbaik untuk proses tugas akhirnya, Ibundanya bersyukur pada apa yang akan dijalani oleh anaknya. Segala doa dan pesan dilontarkan oleh sang ibundanya. Tak apa jika ia ingin berkarir di ibu kota itu dan meninggalkan ibundanya di rumah besar tepi ibu kota negara ini sendirian. Ibundanya tak berkeberatan, apapun yang terbaik bagi anaknya dan selama anaknya bahagia, ibundanya tetap bahagia. Baginya tak jadi masalah jika masa tuanya harus ditinggal jauh oleh sang gadis satu-satunya. Granita ingin menangis rasanya, namun ia tak bergumam sedikitpun. Sungguh baik ibundanya. Ia sangat menyayangi ibundanya.



Dalam pembicaraan itu pula, Granita diberikan wawasan tentang kehidupan oleh ibundanya. Terlontar banyak pesan untuk Granita agar kelak ia menjadi wanita yang kuat seperti ibundanya. Seorang wanita memang sosok yang akan merasakan kesakitan, merasakan aniaya, dan merasakan kekalahan karena harus banyak mengalah. Suatu saat nanti tak ada yang tahu bagaimana keadaannya, ketika seorang wanita sudah berumah tangga dan sangat mencintai suaminya, bisa saja ditengah-tengah perjalanan kehidupannya itu terjadi pengkhianatan diantara keduanya. Wanita tak boleh terlalu mencintai prianya begitu dalam, jikalau semua harapannya tidak terjadi maka ia pun akan merasa kesakitan dan kepedihan yang begitu dalam, wanita berperasaan, tidak seperti laki-laki yang berlogika. Jikalau ditengah-tengah kehidupan rumah tangganya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, wanita bisa menuntut prianya karena yang begitu dalam cintanya adalah sang pria. Jikalau semuanya harus kandas, wanita tak akan merasa begitu jatuh, karena ia tak begitu mementingkan cintanya.



Wanita harus selalu bersemangat, mandiri, mampu bersaing dengan para pria agar ia mampu membantu prianya dan mampu mandiri jikalau akan sendiri. Wanita tak boleh menomorsatukan perasaannya. Logikanya pun harus berperan utama. Wanita harus tegar dan bersabar dalam menghadapi naik turunnya keharmonisan kehidupan rumah tangganya, serahkan segalanya pada Allah, berjuang secara lahir dan bathin hingga akhirnya anak-anaknya pun dapat melihat mana yang terbaik, mana yang benar, mana yang bisa mereka jadikan figur untuk kehidupannya di masa depan. Bukan bermaksud untuk menyaingi para lelaki, namun seorang wanita pun harus bisa mandiri tanpa bantuan para pria. Saat ini yang bisa dilakukan hanyalah berdoa, meningkatkan keimanan, dan berhati-hati dalam bertindak agar semuanya bisa berjalan harmonis.



Granita berdiam sejenak mendengarkan nasihat ibundanya. Ia berapi-api untuk semakin menebar benderanya, semakin berapi-api untuk menggapai mimpinya. Ia berjanjia akan membahagiakan ibundanya, memposisikan dirinya bisa sukses seperti kakak laki-lakinya maupun kakak perempuannya. Kini gender tidak lagi menjadi pagar batas yang menghalangi siapa saja untuk bergerak luas. Perempuanpun bisa berdiri tegak layaknya laki-laki hebat. Semuanya Granita dapatkan sebab pelajaran hidup dari keluarganya yang begitu dalam. 



Granita mendapat banyak pelajaran di malam itu
Hujan disertai angin semilir membuat semua orang mengantuk pada malam itu
Pembicaraanpun selesai
Granita terlelap dalam mimpinya ...

Tuesday, November 5, 2013

Senja Kelabu di Mata Rana

Sore itu matahari tak menampakkan keindahannya. Keindahannya tertutup  oleh kabut kelabu yang sangat mengganggu penglihatan orang-orang yang sedang menikmati sore. Kabut kelabu itu datang seperti tak mengerti bahwa banyak ribuan mata yang sedang asyik berjuang melawan jalanan untuk tiba ke tempat mereka masing-masing.

Di sore senja itu, Rana, wanita baik, sempurna, penuh semangat hidup yang tinggi, percaya bahwa segala sesuatu yang ia harapkan akan mungkin terjadi dengan usaha lahir maupun batin, seorang wanita yang kuat; berprestasi; dapat meraih segala target dan keinginan hidupnya, seorang yang suci dan tulus, seorang pekerja keras yang tak kenal lelah untuk memperjuangkan apapun yang ia inginkan; yang ia harapkan, seorang yang selalu memuja laki-laki yang belum pasti namun ada keyakinan kuat di dalam hatinya, seorang yang hanya bisa menatap laki-laki pujaannya dari kejauhan; tak ada sedikitpun ada keinginan untuk mendekati dan memperlihatkan isi hatinya meskipun ia tahu betul bahwa ada rasa yang kuat didalam hatinya untuk lelaki tersebut; ia selalu menjaga kesucian perasaan tersebut agar indah pada waktunya. Rana, sedang meratapi langit senja kelabu ini.

Rana, seorang gadis paruh baya yang pernah merasakan getir manis pahit kehidupannya di luar, tahu betul seperti apa hal-hal baik maupun buruk yang pernah ia lakukan. Rana seorang gadis yang kuat, suatu hari di tahun baru, ia berjanji pada dirinya untuk menjadikan pribadinya yang jauh lebih baik. Ia tinggalkan semua kehidupan kelamnya, ia pupuk kehidupan suci nan kekal kelak disana. Memupuk amalan baik demi mensucikan hati, diri, dan pikiran. 
"Rana keluar dari zona nyamannya..."

Orang-orang yang mengelu-elukannya sama bertanya kemana perginya Rana saat ini, dimana ia berada, apa kabar ia, sudah sejauh apalagi ia melangkah mencoretkan warna-warna baru dalam kertas putih kehidupannya. Ya, semuanya sama-sama merindukan Rana, namun sayang ia telah meninggalkan itu semua. Sudah cukup semua getir kehidupan ia rasakan, baginya, kehidupan duniawinya sudah terpenuhi, saatnya memperbaiki diri untuk surgawinya. Di kehidupan barunya, Rana bertemu kembali dengan pria yang pernah ia kagumi sebelumnya, pria yang sempat menghilang dari benaknya karena kesibukan duniawinya. Lelaki suci yang ia yakini dapat menjaganya dalam urusan dunia maupun akhirotnya.

Hari itu Rana sangat bersemangat, hari ini ia akan bisa menatap pujaannya lebih dekat. Kesempatan datang padanya untuk bisa berada disamping Abrian, seorang pria pujaan Rana yang insya Allah bisa membimbingnya ke surga yang kekal. Namun kesempatan itu tak ia hiraukan, ia sangat menjaga kehati-hatiannya agar segalanya bisa berjalan sesuai dengan syariat yang sesuai. Rana hanya bisa melihat punggung, lengan tangan kiri, dan pipi kirinya. Meski demikian Rana sungguh bersyukur. Ia tak tahu apa yang membuatknya mengagumi pria ini, pria yang banyak dipojokkan oleh orang lain bahkan oleh teman-teman terdekatnya. Baginya, Abrian sangat sempurna. Masalah hati, hanya Tuhan yang dapat membolak-balikkannya.

Di sore itu Rana mendengar cerita dari sahabat dekatnya, yang juga sahabat Abrian, paras Rana yang ceria dan elok bagaikan bunga yang baru dewasa dan semerbak harumnya berubah menjadi langit hitam yang ingin memancarkan kilat besar seakan-akan ingin hujan. Tak ada ketetapan dari Abrian, tak ada kepastian darinya, tak ada keinginan kuat untuk memperjuangkan  perkara hatinya meski Abrian tahu bahwa ia menginginkannya. Banyak pihak menantang, namun ia tak berusaha untuk mencekalnya, berusaha melawannya.
Rana siap mengarungi tantangan, namun Abrian diam di tempat...

Rana yang selalu mengaguminya, mendoakannya dalam setiap doa, mengharapkan yang terbaiklah yang terjadi padanya; lelah.... 
"Tak bisa jika hanya salah satu yang berjuang sendiri..."
Rana yang telah dapat menerima apapun kekurangan Abrian selalu semangat dan bersedia menutupi kekurangan tersebut dengan segala kuasanya tak bisa berbuat lebih, keputusannya sudah bulat. Bertahun-tahun Rana menunggu dan mengharapkannya namun Abrian tak melakukan usaha lebih jauh.

Hati Rana bergejolak, apalagi di sore itu ia melihat Abrian sedang asyik dengan wanita yang baru saja ia kenal. Sangat asyik mereka mengobrol. Hati Rana berkecamuk sungguh hebat. Keputusan Rana semakin bulat, tak ada lagi yang harus diperjuangkan, semua sudah berakhir. Harapan itu mungkin masih ada, tapi hati Rana sudah pecah bagaikan kapal yang karam ditengah samudra yang memuntahkan segala isinya kedalam air biru yang begitu dalam, menelan begitu banyak korban, menghancurkan banyak harapan indah, semua luluh lantak tak berdaya. Rana mengkristalkan segalanya dengan butiran air mata indah yang turun membasahi pipinya. Semuanya isi hatinya ia tumpahkan tak tertahan sedikitpun. 
Rana telah menyerah...

Senja itu telah menjadi saksi buta seperti apa gejolak hatinya...
Rana menjumpai titik terendah dalam hidupnya untuk yang kedua kalinya...

Rana sang gadis sempurna nan elok parasnya, tak berhenti sampai disitu. Ia akan berputar 360 derajat, ia akan lupakan Abrian sekuat kemampuannya, lelaki yang tak bisa menjaga perasaannya, yang tak bisa berjuang meski Rana sudah ingin berjuang, yang tak mampu memberikan kepastian meskipun Rana tak mengharapkan kepastian itu begitu dalam.

Rana bangkit kembali di malam yang sunyi ini...
Matanya berbinar-binar menatap masa depannya, tak ada lagi kata-kata ataupun bayangan tentang kumpulan abjad yang apabila disatukan terbaca "A-b-r-i-a-n".
Rana akan mengejar mimpi duniawinya kembali, memberikan kasih sayang seutuhnya untuk orang-orang yang ia cintai, dan menemukan harapan baru. Rana akan membuktikan ia mampu bangkit tanpa ada sosok pria itu didalam kehidupannya.

Rana berapi-api kembali...
Hilang sudah air mata ini...
Senja kelabu sudah lewat...